berhenti mengecam kegelapan .. nyalakan lilin .

Ini negeri besar dan akan lebih besar. Sekedar mengeluh dan mengecam kegelapan tidak akan mengubah apapun. Nyalakan lilin, lakukan sesuatu :) #indonesiamengajar

Kamis, 10 Juli 2014

membaca rahasia renjana !

Membaca Rahasia Renjana, Prita Prawirohardjo hanya dalam semalam. Saya begitu hanyut. Satu dari beberapa cerita itu adalah saya. Membaca Rahasia Renjana seperti membaca diary, diary hati. Terasa atau tidak, setiap hati kadang terlanjur menyimpan rahasia. Hati seperti dipaksa untuk “menyembunyikan.” Lalu apa rahasiamu?

Rahasia Renjana tidak hanya menyuguhkan cerita, tetapi rasa. Setiap kita diajak untuk turut icip setiap rasa yang ada. Rasa jatuh cinta, kehilangan, melepaskan, menyembunyikan. Semuanya dirasakan dengan jujur. Toh makna jujur dalam hal ini adalah bukan kepada orang lain melainkan ke diri sendiri. Seperti anak remaja, menulis diary dengan kode-kode lalu digembok. Seperti itulah Rahasia Renjana akan membuatmu menebak segala teka tekinya.

Ketika membaca Rahasia Renjana, saya teringat kata “punggung.” Sesuatu yang terletak di bagian belakang tubuh manusia ini, adalah penumpu tubuh. Tetapi dengan hanya melihat punggung, itu bisa membuat seseorang jatuh cinta. Lainnya, punggung juga bisa bercerita tentang rahasia. Rahasia ada yang disimpan, tetapi ada juga yang dibagi. Dibagi kepada siapa, tentunya dengan orang dekat. Bukankah hanya orang dekat yang biasanya mampu melihat punggung kita dengan jelas. Dan bahkan tahu setiap jerawat yang tumbuh di sana.

Rasanya Prita seperti mengajak saya bukan untuk melihat punggung saya. Tetapi melihat punggung orang lain. Melihat punggung orang dekat saya. Tempat di sana saya pernah jatuh cinta, memeluk punggungnya dari belakang, kemudian melepaskannya perlahan.
saya takut kehilangan dan ditinggal pergi ..

Kamis, 03 April 2014

Saya dengan sebuah permintaan :)

 
 3 bulan lagi sahabat terbaik saya akan menikah dengan pria pilihan terbaiknya, perlahan satu persatu akan pergi dan termasuk saya : ) bukan hanya dia yang merasa deg degan tapi kami juga. Kami merasa kami juga berpengaruh besar dalam moment itu .. hehehe ! semua punya permintaan masing-masing di dalam hati mereka dan termasuk saya : )
 
 Konon ketika “meminta” maka pintu-pintu akan dibukakan. Ada pergerakan yang terjadi. Saya selalu punya permintaan di dalam hidup. Tetapi pada satu titik saya meminta sebuah perkara serius. Hal ini bersifat rahasia. Hanya saya dan doa.

Ada sebuah permintaan yang ketika saya melakukannya, saya agak “ragu” apakah memang permintaan saya ini akan dikabulkan atau tidak. Tetapi sepanjang hidup ini, saya mengerti bahwa ada pemeliharaan yang sifatnya sejati. Selalu terjadi di dalam hidup saya berulang ulang. Dan tidak ada yang mustahil bagi hal ini juga.
Ada rasa haru yang paling dalam. Ada sedikit rasa gugup. Ada sedikit rasa bimbang. Tetapi saya berhasil melaluinya dengan jujur.

Kira-kira begini bunyi permintaan saya:
Tuhan jika memang Engkau memilih dia untuk saya. Saya mau belajar mencintai semua kekurangannya. Buka jalan untuk kami. Kasih hatinya melekat untuk saya. Dan hanya saya yang dia pikirkan di dalam hari-harinya. Bahwa saya menyayanginya. Dan ajar kami punya rasa sayang yang murni. Dan jika memang Engkau memilih dia untuk saya, kasih saya pintar untuk melihat tanda.

Hmm, kira-kira seperti itulah permintaan saya. Itu adalah permintaan saya yang sangat serius, sepanjang hidup saya. Saya terlalu serius kali ini. Dan saya rasa Tuhan juga serius. Coba kita lihat, apa yang akan Dia lakukan, beberapa minggu, bulan, bahkan tahun kedepan.


Duh. Deg-degan.

Kamis, 13 Maret 2014

Hanya Karena Waktu Mereka Denganmu Sudah Selesai

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa ketika ada orang yang “pergi” dari kehidupan kita, baik itu sengaja maupun tidak sengaja, itu karena satu alasan: waktu mereka bersama kita telah selesai.
Saya pernah membaca ungkapan ini. Waktu itu saya sedang patah hati. Berat. Ketika mengalaminya, ada sedikit rasa untuk menyalahkan diri. Seakan orang yang “pergi” dari kehidupan saya adalah karena kesalahan saya dan saya selalu menyalahkan Tuhan kenapa mereka yang pergi tidak pernah berusaha bertahan agar tidak pergi ! saya benci jarak, saya benci dengan perpisahan yang hanya disebabkan oleh satu pihak !
Tetapi sepenuhnya bukan. mungkin ini yang dinamanya proses menuju dewasa. Saya termasuk orang yang percaya bahwa hidup adalah proses melakukan kesalahan dan belajar. Semoga kamu juga percaya itu.
Lalu ada waktu-waktu yang bawa saya untuk berpikir sejenak tentang lalu lalang kehidupan orang lain di dalam kehidupan saya sendiri. Konon ketika percaya bahwa, setiap orang bisa mengirimkan pesan kepada orang lain, kamu tidak akan bisa menolak untuk adanya “kehidupan” yang lain tadi.
Prosesnya kurang lebih seperti ini: bertemu, menjadi sahabat, (jika beruntung) jatuh cinta, (jika beruntung lagi) menjadi kekasih, dan (jika beruntung lagi) menjadi orang asing kembali.
Orang-orang itu datang. Kemudian “pergi.” Pada satu titik karena kamu manusia, kamu akan merasa kehilangan yang sangat dalam. Pergi tidurlah. Tidak perlu menangis. Percayalah ketika bangun pagi nanti, kamu akan menyadari satu hal: bahwa mereka “pergi” hanya karena waktu mereka denganmu sudah selesai. 

Hai kamu yang berencana untuk "pergi" jauh  , jangan lupa ingatkan saya dari jauh-jauh hari, ini sebuah proses (LAGI) untuk mengerti arti kehilangan :) beberapa tahun terakhir ini saya selalu dipisahkan dan akhirnya kehilangan ya semua berawal dari JARAK :) bukan bermaksud untuk egois tapi ya begini adanya .. saya lelah untuk selalu memulai kembali dr awal tanpa ada akhir yang pasti .. yasudah mari menghitung hari untuk itu . dan saya berharap hari itu tak akan pernah ada :*